...
Latest Post

MENJAGA KESEIMBANGAN HIDUP

Written By Wismahening Pohsarang on Kamis, 04 Juni 2015 | 01.34

Wisma Hening Pohsarang, menjadi tempat yang hening untuk mencari keseimbangan hidup. Apakah sebenarnya keseimbangan hidup itu? Kisah Motivasi memberikan inspirasi pada kita. Simak di bawah ini.

"Coba anda bayangkan hidup itu bagaikan sebuah permainan juggling dengan lima bola. Adapun anda menamakan bola-bola ini sebagai: pekerjaan, keluarga, kesehatan, teman, dan nilai spiritual (disini saya mengartikannya sebagai agama), dan anda mencoba untuk mempertahankan agar mereka semua tetap berada di udara. Namun anda akan segera memahami bahwa pekerjaan itu bagaikan bola karet. Jika anda menjatuhkannya, ia akan bangkit kembali. Tetapi empat bola lainnya, keluarga, kesehatan, teman dan nilai spiritual merupakan bola kaca. Jika anda menjatuhkan salah satunya, maka tidak diragukan lagi akan ada yang lecet, rusak, atau bahkan hancur. Dan saat anda menggenggamnya kembali di tangan, anda akan menemukan bahwa mereka tidak sama lagi dan selamanya tidak akan pernah sama. Anda harus memahami hal tersebut dan berusaha untuk tetap menjaga keseimbangan dalam hidup anda.

Kerja memang penting, namun tanpa menjaga keseimbangan hidup anda, anda tak akan meraih kebahagiaan sejati.
  1. Tanpa agama yang selalu dapat menuntun moral anda, maka anda akan dengan mudahnya melenceng. (Contoh nyatanya yah liat aja para koruptor) 
  2. Tanpa keluarga yang harmonis apa gunanya hasil kerja keras anda? Anda tidak mungkin kan hanya menikmatinya sendiri. Kepuasan akan hasil kerja anda, bukan di dapat hanya dengan melihat keberhasilan kerja itu. Tapi kepuasan dengan mengetahui bahwa keberhasilan kerja keras anda, dapat anda nikmati bersama keluarga. Bukan dalam artian hanya dengan memberi mereka sejumlah uang, atau menyediakan kebutuhan mereka lalu selanjutnya anda pergi lagi, tetapi anda benar-benar menikmati bersama mereka. 
  3. Tanpa kesehatan percayalah pekerjaan apapun yang sedang anda lakukan, itu tak akan berlangsung lama. 
  4. Salah satu hal yang juga sangat penting dalam hidup adalah sosialisasi, teman mungkin tidak jauh berbeda dengan keluarga. Mereka ada untuk menemani dan menyertai anda dalam perjalanan hidup. Seseorang yang tegas dan kokoh sekalipun pasti suatu saat membutuhkan tempat untuk bersandar disaat dia mulai lelah.
Yakinlah bahwa sukses dalam hidup masihlah belum lengkap jika anda hanya sukses dalam bekerja akan tetapi gagal dalam menjalin hubungan dengan aspek-aspek hidup lainnya."
Ketika bekerja merupakan kesenangan, hidup adalah kegembiraan! Ketika pekerjaan menjadi tugas, hidup adalah perbudakan. - Maxim Gorky


Renungan Inspiratif - Keseimbangan Hidup oleh Kisah Motivasi

SELALU MERASAKAN KEBAIKAN-NYA

Written By Wismahening Pohsarang on Sabtu, 16 Mei 2015 | 21.13


Renungan Katolik "Bahasa Kasih"
Minggu, 17 Mei 2015

Hari Minggu Paskah VII - Hari Minggu Komunikasi Sedunia

Kis 1:15-17,20ac,26
Mzm 103:1-2,11-12,19-20ab
1Yoh 4:11-16
Yoh 17:11b-19


Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!  -- Mzm 103:2

Kebaikan Tuhan bagi saya identik dengan hal-hal besar. Kejadian-kejadian yang membuat kita secara spontan berseru "woowww..." Salah satu pengajaran yang sangat membekas bagi saya adalah tentang kasih Tuhan yang begitu besar, sehingga Ia rela wafat di salib untuk menanggung dosa-dosa manusia. Ini benar-benar kebaikan Tuhan yang tiada duanya dan tiada bandingnya.

Namun seiring pertumbuhan iman yang saya alami, saya mulai mengerti bahwa kebaikan Tuhan sangat mungkin dan banyak kita jumpai dalam kejadian kecil dan kehidupan kita sehari-hari. Begitu banyak pengalaman pirbadi saya yang meneguhkan hal itu. Lewat berbagai peristiwa setiap harinya, saya mampu merasakan kebaikan Tuhan.

Pengertian ini juga mengajarkan dan memampukan saya untuk senantiasa mengucap syukur atas apapun yang terjadi. Bahkan di saat-saat sulit, daftar kebaikan Tuhan yang pernah saya terima menjadi satu kekuatan besar untuk menopang saya melewati kesulitan yang sedang saya hadapi dan memberi keyakinan akan pengharapan kepada Tuhan yang tidak akan pernah tinggal diam.

Dengan menyadari begitu banyaknya kebaikan Tuhan yang senantiasa mengiringi langkah hidup saya, semakin memudahkan saya untuk terus menemukan kebaikanNya dalam setiap kejadian yang saya alami. (Jc)

Mampukah saya merasakah kebaikan Tuhan setiap waktu?

DARI DAPUR WISMA HENING

Wisma Hening, 1 Mei 2015

  
Para Peziarah Gua Lourdes Pohsarang yang terkasih, selain menjadi tempat yang nyaman untuk Retret, Rekoleksi, Pembinaan dan Pertemuan-pertemuan, Rumah Retret Wisma Hening juga menyediakan pelayanan bagi para Peziarah yang ingin makan prasmanan atau pesan nasi kotak.

Seperti pada tanggal 1 Mei 2015 ini, hari pembukaan bulan Maria, para Peziarah datang dari berbagai kota. Ada rombongan dari Pandaan-Malang, Paroki St. Yakobus Surabaya, dll. Wisma Hening, juga melayani makan pagi maupun makan siang dengan prasmanan maupun nasi kotak. Makanan sederhana dan sehat.


Maka jangan khawatir bila para peziarah di Gua Lourdes Pohsarang, ingin mencari tempat untuk memilih makan pagi atau makan siang dalam jumlah besar, kami siap melayani Anda. (Wisma Hening)

PERTEMUAN TATA USAHA SE-YAYASAN ST.LOUISA

Wisma Hening, 9-10 Mei 2015


Tata usaha sekolah adalah bagian dari unit pelaksana teknis penyelenggaraan sistem administrasi dan informasi pendidikan di sekolah. Informasi yang tata usaha sekolah kelola penting sebagai basis pelayanan dan bahan pengambilan keputusan sekolah. Semakin lengkap dan akurat data terhimpun maka pemberian pelayanan makin mudah dan pengembilan keputusan makin tepat.
Wisma Hening, sangat mendukung bentuk-bentuk pembelajaran baik dari Yayasan Santa Louisa, maupun dari Yayasan lain. Inilah litani apresiasi untuk para pegawai Tata Usaha. Litani ucapan terima kasih.  
  • Terima kasih kepada semua pegawai  Tata Usaha, berkat kerja keras, ketelitian, kesetiaan dan tanggungjawab Anda, pelayanan Unit lancar dan berkembang.
  • Terima kasih  Anda  sudah bekerja dengan penuh antusiasme dan bersemangat Vinsensian
  •   Terima kasih sudah menjadi team work yang baik.
  • Terima kasih, Anda bekerja meskipun di balik meja tetapi  menentukan keberhasilan Sekolah/Unit  karena administrasi yang baik dan benar.
  • Terima kasih usulan-usulan dan pemikiran yang sangat bagus dan memukau . Semoga Tuhan memberkati. (Wisma Hening, Sr. Paula, PK)



SELAMAT MEMASUKI BULAN MARIA

Written By Wismahening Pohsarang on Rabu, 13 Mei 2015 | 01.11

Wisma Hening 1 Mei 2015

Selamat memasuki bulan Maria kepada segenap Umat Katolik di seluruh penjuru dunia! Praying the Rosary with the joyful, luminous, sorrowful and glorious mysteries.


SEJARAH BULAN MARIA

BULAN MEI
Bulan Mei dan bulan Oktober, adalah bulan khusus bagi Gereja Katolik. Dimana pada kedua bulan itu, Gereja Katolik menempatkan secara khusus suatu penghormatan yang ditujukan kepada Bunda Maria, Sang Perawan yang dikandung tanpa noda. Mungkinkah dalam benak saudara, bertanya - tanya ; mengapa bulan ini disebut sebagai bulan Maria ? Katekese ringan ini, akan membantu menjawab pertanyaan saudara. Sejarah dari bulan Maria sendiri, berasal dari Tradisi Suci yang berkembang di negara dengan empat musim. Bulan Mei, kerap kali dianggap sebagai awal kehidupan , karena pada bulan Mei ini, masyarakat menyambut musim semi dimana bunga - bunga bermekaran. Dan musim semi ini datang sesudah musim salju, dimana pada musim salju hampir semua aktivitas jarang ditemukan ; sehingga "tidak ada kehidupan " di tengah masyarakat yang hidup di negara dengan empat musim. Berakhirnya musim salju (dimulainya musim semi) menandakan dimulainya aktivitas masyarakat, sehingga terciptalah kehidupan yang berbeda dari musim salju.  Bulan " dimulainya kehidupan / aktivitas masyarakat "(bulan Mei) seringkali dihubungkan dengan Bunda Maria , yang adalah "hawa baru". Hawa sendiri berarti ibu dari semua yang hidup (Kej 3:20 "manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup"). Bulan Mei yang didedikasikan sebagai bulan Maria ini, diperkenalkan pada akhir abad ke 13. Namun, praktek ini menjadi terkenal di kalangan imam Jesuit pada tahun 1700-an, dan kemudian menyebar ke seluruh Gereja.
Pada tahun 1809, para serdadu Napoleon menangkap Paus Pius VII dan akhirnya dipenjara. Di dalam penjara, Paus Pius VII berdoa kepada Yesus melalui dukungan doa Sang Bunda, agar ia dapat dibebaskan dari penjara dengan segera. Paus Pius VII berjanji, jikalau doanya itu dikabulkan, maka ia akan mendedikasikan suatu bulan dimana umat berdevosi secara khusus kepada Bunda Maria. Lima tahun kemudian, 24 Mei, Paus Pius VII dibebaskan dan kembali ke Roma. Pada tahun berikutnya, Paus Pius VII mengumumkan perayaan Bunda Maria Penolong Umat Kristen. Demikianlah, devosi kepada Sang Bunda semakin dikenal oleh masyarakat. Pada tahun 1854 ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma "Maria Terkandung Tanpa Noda" (disebut juga Immaculate Conception), devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal oleh Gereja Katolik.  Paus Paulus VI, dalam surat ensikliknya the Month of Mary menegaskan “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati,” dan pada bukan Mei, merupakan kesempatan untuk “penghormatan iman dan kasih yang diberikan oleh umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Sang Ratu Surga. Sepanjang bulan ini, umat Kristen, baik di gereja maupun secara pribadi di rumah, mempersembahkan penghormatan dan doa dengan penuh kasih kepada Maria dari hati mereka. Pada bulan ini, rahmat Tuhan turun atas kita … dalam kelimpahan.” (Paus Paulus VI, the Month of May, 1)

BULAN OKTOBER
Sejarah bulan Maria, pada bulan Oktober. Berkaitan dengan pertempuran yang terjadi di Lepanto pada tahun 1571. Pada pertempuran itu, kerajaan Ottoman (berasal dari Turki) menyerang umat Kristen yang tersebar di Eropa. Jumlah pasukan Turki ternyata melebihi pasukan Kristen Katolik Spanyol, Venesia, dan Genoa. Ancaman ini diluar dugaan. Untuk menghadapi situasi yang begitu mencekang ini, Don Juan (John) dari Austria yang menjadi komandan armada Kristen Katolik, memohon pertolongan melalui perantaraan Bunda Maria dengan mendaraskan doa Rosario. Bersama dengan Don Juan, umat Kristen Katolik diseluruh Eropa mendaraskan doa Rosario tiada henti. Pada 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama dengan umat Kristen berdoa Rosario bersama di Basilika Santa Maria Magiore. Doa didaraskan dari subuh, hingga petang. Doa Rosario terus didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran Lepanto. Hal ini kelihatannya mustahil, namun pada tanggal 7 oktober, pasukan Kristen Katolik akhirnya memperoleh kemenangan dalam pertempuran Lepanto (Lepanto Battle). Kemudian, oleh Paus Pius V menetapkan peringatan Rosario dalam Misa Kudus di Vatikan setiap tanggal 7 Oktober. Kemudian, oleh penerusnya, Paus Gregorius XIII, menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari raya Rosario Suci.
Amanat dari Peristiwa Lepanto Battle
Bunda Maria, "terbukti" telah menyertai Gereja dan umat beriman melalui doa Sang Bunda kepada Tuhan Yesus untuk menyertai kita yang berziarah di dunia ini. Tuhan Yesus Kristus telah menyerahkan Bunda Maria, ibuNya yang amat terberkati kepada Santo Yohanes, dan Santo Yohanes menjadi "anak" Sang Bunda (Yoh 19 : 26 - 27 , Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu !" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.). Tentu pesan Tuhan Yesus ini, yang memberikan ibuNya kepada Santo Yohanes, tidak terbatas kepada Santo Yohanes, tentu juga Tuhan Yesus menyerahkan ibuNya bagi kita semua, untuk mendampingi, menyertai, dan mendoakan kita. Bunda Maria memainkan peranan penting sebagai "agen" karya keselamatan Yesus Kristus.

Sumber : kdesf.blogspot.com

PEZIARAH DARI GEREJA ST. MONICA SERPONG

Wisma Hening, 1 Mei 2015
Rumah Retret Wisma Hening Pohsarang, di awal bulan Mei didatangi banyak Peziarah dari Luar kota. Seperti yang terlihat di foto ini. Mereka adalah rombongan peziarah dari Gereja St. Monica Serpong (Tangerang). Tour Leadernya adalah Ibu Yohana. Dari ceritanya mereka para Legioner, Laskar Maria, dari 5 presedium: Presedium Bunda Segala Bangsa, Bunda Pengantara Segala Rahmat, Bunda Pembaharu Dunia dan Maria Bunda Ekaristi. Sr. Ignatio, OSU juga salah satu pembimbinga mereka.

Mereka bersemangat dan menemukan kegembiraan saat mau pulang. Mungkin kalau tidak bersama rombongan, mereka inggil tinggal lebih lama. Selamat jalan Suster, Ibu Sandra, Bapak Yosep, Ibu Yohana dan Para Peziarah, semoga perjalanan lancar dan pulang membawa pembaharuan hidup rohani bersama Bunda Maria. “Setiap Umat Kristiani yang sejati seharusnya mempunyai cinta yang besar kepada Perawan yang terberkati, menghormati keutamaan-keutamaan yang diberikan Allah kepadaNya” (Pesan St. Louisa de Marillac)
Peziarahan Hidup Kristiani merupakan peziarahan iman bersama Bunda Maria. Melewati jalan sukacita dan dukacita. Meletakkan segala perkara dalam tangan Allah dengan fiatnya “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu”.(Luk 1:28) Marilah kita mengimaninya juga seperti rasul Paulus, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”. (Flp 4:13). Wisma Hening, Sr. Paula, PK


KAPEL WISMA HENING

Kapel Wisma Hening, 1 Mei 2015

Romo Michael Agung, O.Carm, hari ini sangat berbahagia. Beliau ingin menandai syukur dan sukacita 25 tahun Imamatnya, dengan berziarah ke Gua Lourdes Pohsarang bersama umatnya. Beberapa umat yang seperti murid Yesus diajak menyepi untuk berdoa. Beliau meninggalkan kenangan yang indah di Kapel Wisma Hening.
  
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. (Yoh 14:6)
Rm. Michael, Proficial, Selamat atas 25 th Imamat, semoga Romo tetap menjadi Gembala yang baik, seperti Tuhan Yesus adalah gembala yang baik yang menuntun kita semua menuju ke kesatuan dengan Bapa. (Wisma Hening, Sr. Paula. PK)

SAFEGUARD YOUR HEART (Selamatkan Hatimu)

Written By Wismahening Pohsarang on Rabu, 06 Mei 2015 | 02.10


Ya, kita semua ingin menyelamatkan hati kita”. Lalu, bagaimana melakukan hal itu?

Pada tanggal 10 Oktober 2014 yang lalu, dalam homilinya Paus Fransiskus mengatakan bahwa jalan terbaik untuk menjaga/menyelamatkan hati kita adalah dengan mempraktekkan “pemeriksaan batin” setiap hari, di mana kita dapat melihat kembali dengan tenang hal-hal yang buruk yang sudah kita lakukan dan hal-hal baik apa yang gagal kita lakukan untuk Allah, untuk sesama dan diri sendiri.

Jika kita melihat lebih dalam lagi perjalanan masa puasa Prapaskah ini, Sakramen Pengakuan Dosa adalah cara lain untuk menyelamatkan hati kita.

Beberapa minggu  lalu, Paus Fransiskus memberikan tips bagaimana menyiapkan hati untuk menerima Sakramen Pengakuan Dosa.  Sesudah memberikan penjelasan secara singkat mengapa orang harus datang ke pengakuan dosa – “sebab kita semua adalah pendosa” –  Paus Fransiskus memberikan 30 item pertanyaan kunci untuk refleksi pemeriksaan batin dalam pengakuan dosa sehingga kita akan dapat mengakukan dosa-dosa kita dengan baik.
Pertanyaan kunci tersebut antara lain adalah :

·         Apakah saya datang kepda Tuhan hanya pada waktu saya membutuhkan saya?
·         Apakah saya menghadiri Misa Kudus pada hari Minggu dan Hari-hari besar yang diwajibkan?
·         Apakah saya memulai dan mengakhiri hari dengan doa?
·         Apakah saya malu mengakui bahwa saya orang Kristiani?
·         Apakah saya melawan rencana Allah?
·         Apakah saya iri hati, suka marah, suka berprasangka?
·         Apakah saya jujur dan terbuka pada setiap orang atau saya seperti “budaya iklan” yang hanya    
       membakar tetapi tidak yang sebenarnya.
·         Dalam hidup perkawinan dan relasi dengan keluarga, apakah saya berpegang pada moralitas yang
       diajarkan dalam Kitab Suci?
·         Apakah saya menghormati dan menghargai orangtua saya?
·         Sudahkah saya menolak pemahaman baru tentang kehidupan?
·         Sudahkah  saya merusak anugerah kehidupan ini? Atau saya ikut memeliharanya?
·         Apakah saya menghargai lingkungan hidup saya?
·          Apakah saya termasuk orang duniawi atau termasuk dalam orang yang percaya?
·          Apakah saya melakukan sesuatu yang berlebihan berkaitan dengan makanan, minuman, rokok 
       dan hiburan?
·         Apakah saya terlalu fokus pada keadaan fisik saya, barang milik saya?
·         Bagaimana saya menggunakan waktu saya? Apakah saya malas?
·         Apakah saya ingin dilayani?
·         Apakah saya berangan-angan untuk balas dendam dan mempertahankan iri hati?
·         Apakak saya lembut hati, rendah hati dan menciptakan perdamaian?

Diambil dari "Going to confession during Lent? Here are some tips from the pope" oleh Carol Glatz of Catholic News Service

Have a blessed week,
Sister Theresa Sullivan, DC

Diterjemahkan oleh Sr. Paula, PK.

LATEST ACTIVITIES

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wisma hening st catharina - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger