...
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label ARTICLE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTICLE. Tampilkan semua postingan

SELAMAT MEMASUKI BULAN MARIA

Written By Unknown on Rabu, 13 Mei 2015 | 01.11

Wisma Hening 1 Mei 2015

Selamat memasuki bulan Maria kepada segenap Umat Katolik di seluruh penjuru dunia! Praying the Rosary with the joyful, luminous, sorrowful and glorious mysteries.


SEJARAH BULAN MARIA

BULAN MEI
Bulan Mei dan bulan Oktober, adalah bulan khusus bagi Gereja Katolik. Dimana pada kedua bulan itu, Gereja Katolik menempatkan secara khusus suatu penghormatan yang ditujukan kepada Bunda Maria, Sang Perawan yang dikandung tanpa noda. Mungkinkah dalam benak saudara, bertanya - tanya ; mengapa bulan ini disebut sebagai bulan Maria ? Katekese ringan ini, akan membantu menjawab pertanyaan saudara. Sejarah dari bulan Maria sendiri, berasal dari Tradisi Suci yang berkembang di negara dengan empat musim. Bulan Mei, kerap kali dianggap sebagai awal kehidupan , karena pada bulan Mei ini, masyarakat menyambut musim semi dimana bunga - bunga bermekaran. Dan musim semi ini datang sesudah musim salju, dimana pada musim salju hampir semua aktivitas jarang ditemukan ; sehingga "tidak ada kehidupan " di tengah masyarakat yang hidup di negara dengan empat musim. Berakhirnya musim salju (dimulainya musim semi) menandakan dimulainya aktivitas masyarakat, sehingga terciptalah kehidupan yang berbeda dari musim salju.  Bulan " dimulainya kehidupan / aktivitas masyarakat "(bulan Mei) seringkali dihubungkan dengan Bunda Maria , yang adalah "hawa baru". Hawa sendiri berarti ibu dari semua yang hidup (Kej 3:20 "manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup"). Bulan Mei yang didedikasikan sebagai bulan Maria ini, diperkenalkan pada akhir abad ke 13. Namun, praktek ini menjadi terkenal di kalangan imam Jesuit pada tahun 1700-an, dan kemudian menyebar ke seluruh Gereja.
Pada tahun 1809, para serdadu Napoleon menangkap Paus Pius VII dan akhirnya dipenjara. Di dalam penjara, Paus Pius VII berdoa kepada Yesus melalui dukungan doa Sang Bunda, agar ia dapat dibebaskan dari penjara dengan segera. Paus Pius VII berjanji, jikalau doanya itu dikabulkan, maka ia akan mendedikasikan suatu bulan dimana umat berdevosi secara khusus kepada Bunda Maria. Lima tahun kemudian, 24 Mei, Paus Pius VII dibebaskan dan kembali ke Roma. Pada tahun berikutnya, Paus Pius VII mengumumkan perayaan Bunda Maria Penolong Umat Kristen. Demikianlah, devosi kepada Sang Bunda semakin dikenal oleh masyarakat. Pada tahun 1854 ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma "Maria Terkandung Tanpa Noda" (disebut juga Immaculate Conception), devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal oleh Gereja Katolik.  Paus Paulus VI, dalam surat ensikliknya the Month of Mary menegaskan “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati,” dan pada bukan Mei, merupakan kesempatan untuk “penghormatan iman dan kasih yang diberikan oleh umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Sang Ratu Surga. Sepanjang bulan ini, umat Kristen, baik di gereja maupun secara pribadi di rumah, mempersembahkan penghormatan dan doa dengan penuh kasih kepada Maria dari hati mereka. Pada bulan ini, rahmat Tuhan turun atas kita … dalam kelimpahan.” (Paus Paulus VI, the Month of May, 1)

BULAN OKTOBER
Sejarah bulan Maria, pada bulan Oktober. Berkaitan dengan pertempuran yang terjadi di Lepanto pada tahun 1571. Pada pertempuran itu, kerajaan Ottoman (berasal dari Turki) menyerang umat Kristen yang tersebar di Eropa. Jumlah pasukan Turki ternyata melebihi pasukan Kristen Katolik Spanyol, Venesia, dan Genoa. Ancaman ini diluar dugaan. Untuk menghadapi situasi yang begitu mencekang ini, Don Juan (John) dari Austria yang menjadi komandan armada Kristen Katolik, memohon pertolongan melalui perantaraan Bunda Maria dengan mendaraskan doa Rosario. Bersama dengan Don Juan, umat Kristen Katolik diseluruh Eropa mendaraskan doa Rosario tiada henti. Pada 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama dengan umat Kristen berdoa Rosario bersama di Basilika Santa Maria Magiore. Doa didaraskan dari subuh, hingga petang. Doa Rosario terus didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran Lepanto. Hal ini kelihatannya mustahil, namun pada tanggal 7 oktober, pasukan Kristen Katolik akhirnya memperoleh kemenangan dalam pertempuran Lepanto (Lepanto Battle). Kemudian, oleh Paus Pius V menetapkan peringatan Rosario dalam Misa Kudus di Vatikan setiap tanggal 7 Oktober. Kemudian, oleh penerusnya, Paus Gregorius XIII, menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari raya Rosario Suci.
Amanat dari Peristiwa Lepanto Battle
Bunda Maria, "terbukti" telah menyertai Gereja dan umat beriman melalui doa Sang Bunda kepada Tuhan Yesus untuk menyertai kita yang berziarah di dunia ini. Tuhan Yesus Kristus telah menyerahkan Bunda Maria, ibuNya yang amat terberkati kepada Santo Yohanes, dan Santo Yohanes menjadi "anak" Sang Bunda (Yoh 19 : 26 - 27 , Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu !" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.). Tentu pesan Tuhan Yesus ini, yang memberikan ibuNya kepada Santo Yohanes, tidak terbatas kepada Santo Yohanes, tentu juga Tuhan Yesus menyerahkan ibuNya bagi kita semua, untuk mendampingi, menyertai, dan mendoakan kita. Bunda Maria memainkan peranan penting sebagai "agen" karya keselamatan Yesus Kristus.

Sumber : kdesf.blogspot.com

BE SATISFIED

Written By Unknown on Sabtu, 25 April 2015 | 23.39

Be satisfied with what you have,
Thank God for what is yours,
The Lord walks close beside you,
As long as time endures.
The bitter disappointments,
He will gently brush away,
His loving arms will hold you close,
Forever and a day.

You need not every worry
that He will not understand,
or that He’ll push you from Him,
with a cold and careless hand.
For He knows our deepest longings,
and the tears we try to hide,
and His love is deep and lasting,
and His arms are open wide.

Be satisfied though you may walk
the narrow way alone,
God’s love for you does far surpass
all human love you’ve know.
You must believe that you are
very special in His sight
and trust He will not ever let you
stray from what is right.

 In spite of all you may desire,
The dear Lord knows what’s best
And through our weakest moments,
He helps us pass the test.
“To err is only human,
but to forgive, divine”…
and in God’s heart, forgiveness,
… is exactly what we find.

Grace E. Easley, dalam The Simple Joy)









MATAHARIKU SELALU BERSINAR

Wisma Hening, 25 April 2015

Kehidupan tanpa matahari tak akan hidup
Manusia membutuhkan matahari
Tumbuhan membutuhkan matahari
Hewan membutuhkan matahari
Semesta alam ini membutuhkan matahari.

Walaupun mendung dan hujan matahari selalu bersinar.
Mengapa kita tidak melihat cahayanya saat mendung?
Itu bukanlah kesalahan matahari,
Tetapi pada saat itu awan kelam ada di tempat kita
Dan telah menutupi pandangan mata kita.
Coba kita pergi ke tempat lain yang tidak mendung,
Maka kita dapatkan cahaya matahari tetap bersinar.

Kita bisa belajar dari matahari,
Yang selalu memberikan sinarnya
Tanpa mengenal takut tantangan awan dan hujan,
Ketika hambatan berlalu sinarnya semakin cemerlang.
Dia selalu bersinar tanpa bertanya terlebih dahulu

Apakah orang-orang patut menerima kehangatannya. (Sr. Paula, PK)

A LITTLE BIT OF HEAVEN

Written By Unknown on Minggu, 19 April 2015 | 18.37

There’s a little bit of Heaven,
In every child of God.
And every seed of kindness sown,
Is sown in fertile sod.

There’s a little bit of Heaven
Within the Christian heart,
For once the Spirit dwells there,
It becomes a work of art.

There’s a little bit of Heaven
In every answered prayer,
For once a prayer is answered,
You know the Lord is there!

There’s a little bit of Heaven
In every hymn we sing,
For when we sing His praises,
It’s a many splendored thing.

There’s a little bit of Heaven
In every passing day,
For the Father loves His children,
And keeps in touch that way.

(Clay Harrison, dalam The Simple Joys)

SIGNS OF GENUINE FRIENDSHIP

Written By Unknown on Jumat, 03 April 2015 | 00.23

Sababat sesungguhnya adalah anugerah terbesar dalam hidup. “Sahabat setiawan merupakan perlindungan yang kokoh, barangsiapa menemukan orang serupa itu sungguh mendapat harta” (Sir 6:14)   Inilah beberapa tanda Persahabatan yang sejati :

·         Deep Mutual Resonance
Relasi yang mendalam, menggema, menyatu seolah-olah hanya satu jiwa.
·         Open Communication
Membuka hati adalah kunci persahabatan. Mampu berkomunikasi secara terbuka. Mengungkapkan diri atau berbicara secara bebas, tentang kegembiraan maupun harapan dan kesedihan.
·         Positive Traits
Memiliki sifat positif. Memandang orang lain dengan kacamata yang baik dan positif, sehingga mampu melihat kebaikannya.
·         Resilience
Solit, tidak mudah retak atau hancur, sehingga dalam melewati situasi yang up and down, tetap memiliki daya tahan. Relasi ini bukan tanpa kesulitan, tetapi bisa juga saling menyakiti pada suatu saat.
·         Endurance
Karena ada sikap resilience/solit, maka persahabatan ini bisa bertahan untuk selamanya. Punya daya tahan, kesabaran dan ketabahan.
·         Freedom
Persahabatan tidak boleh saling membelenggu, sehingga takut memberi tantangan kepada sahabat kita. Karena kebebasan yang tetap kita miliki, kita bisa memberi tantangan kepada sahabat kita tanpa takut melukai, karena tantangan itu sangat dibutuhkan.
·         In joy and sorrow
Seorang sahabat sejati tahu bagaimana “bersukacita dengan orang yang sedang bersukacita dan menangis dengan orang yang sedang menangis.” (Rm 12:15) Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran. (Amsal 17:17)
Robert P.Maloney, CM dalam Season in Spirituality

Disarikan oleh : Sr. Paula, PK

IBU HEBAT

Written By Unknown on Selasa, 03 Maret 2015 | 23.59

Di lorong sebuah pasar swalayan,  seorang bocah menjatuhkan sebotol kecap. Botolnya pecah dan kecapnya menggenangi lantai. “Dasar anak bodoh,” kata ibunya.
Di lorong sebelahnya, seorang bocah yang lain menjatuhkan sebotol madu yang cukup mahal harganya. Botolnya juga pecah dan madunya berceceran di lantai. “Itu perbuatan bodoh, Nak,” kata ibunya.
Bocah pertama telah dicap sebagai anak bodoh sedangkan bocah yang satunya ditegur karena suatu kesalahan. Bocah pertama mungkin benar-benar akan menjadi bodoh sedangkan yang lainnya akan belajar untuk tidak mengulangi lagi perbuatan  bodohnya.
Seperti apa seorang anak diajar, seperti apa mereka diperlakukan, seperti apa mereka dipercaya, demikianlah jadinya mereka.
Tak ada seorang anak pun yang tak berguru kepada Ibu, entah itu ibu kandungnya sendiri atau sosok pengganti ibu kandung. Maka, dapat dikatakan, peran para ibu menjadi sangat penting bagi tumbuh kembang & matangnya kepribadian anak-anak mereka.
Jika di dalam sebuah keluarga ada seorang Ibu yang hebat maka di dalam keluarga itu akan terbentuk anak-anak yang hebat pula. Betapa menakjubkan dunia masa depan kita jika setiap ibu bertekad kuat menjadi ibu yang hebat & pantang menyerah berjuang mewujudkannya. Dunia masa depan kita akan semakin baik adanya jika setiap ibu mau dan berani selalu memaknai peran dan tugas mulia yang dianugerahkan bagi mereka, menjadi IBU HEBAT karena Tuhan, bersama Tuhan, dan untuk Tuhan.

OMNIA TEMPUS HABENT

Binatang ini bernama Capung. Tidak setiap saat kita bisa menemukan binatang ini. Bukan hanya tidak setiap saat, tetapi juga tidak di setiap tempat kita bisa berjumpa dengan binatang ini. Capung hidup hanya di daerah yang umumnya di sebut area pertanian. Dan capung hanya muncul (hidup) pada saat-saat tertentu di masa tanam. Di masa tertentu capung akan muncul, hidup dan berkembang. Tetapi pada masa pertanian yang lain, capung tiba-tiba hilang begitu saja.
Dari capung, lantas kita bisa memberi penjabaran atas pepatah kuno ini: “Omnia tempus habent”. Secara harafiah pepatah itu berarti “segala sesuatu ada saatnya”. Ada saatnya terang, ada saatnya gelap. Ada saatnya muncul, ada saatnya tenggelam. Ada saatnya pergi, ada saatnya pulang. Dan seterusnya.
Kata “saat” yang ada dalam pepatah “Omnia tempus habent” memang seakan-akan hanya berbicara soal waktu. Waktu kapan sesuatu itu “begini” dan kapan sesuatu itu “begitu”. Lebih dari sekedar mengatakan soal waktu, ungkapan omnia tempus habent sebenarnya hendak menyadarkan kita semua akan keutamaan KEBIJAKSANAAN hidup.
Ada banyak rincian ciri sebuah kebijaksanaan. Salah satunya ialah yang berkaitan dengan uangkapan omnia tempus habent. Seorang manusia dikatakan bijaksana ketika dia mampu bersikap tertentu dalam situasi tertentu. Dia tahu kapan harus melakukan sesuatu, dan kapan harus tidak melakukan sesuatu. Dia tahu kapan dan bagaimana mengatakan sesuatu, dan kapan dan bagaimana harus tidak mengatakan sesuatu. Dia tahu di mana dan kepada siapa dia harus bersikap tertentu.
Capung. Binatang yang sangat tidak populer ini , jika kita pahami ternyata memberikan kepada kita pembelajaran yang begitu mendalam akan makna sebuah kebijaksanaan. Itulah capung. Dan kita, manusia, yang sudah dilengkapi dengan kesempurnaan pikiran, hati, dan budi, sudah barang pasti harus meniscayakan kedalaman sikap hidup yang lebih dari sekedar capung.

TO BE INSTRUMENTS OF LOVE



When a poor person dies of hunger, it has not happened because God did not take care of him or her. It has happened because neither you nor  I wanted to give that person what he or she needed. We have refused to be instruments of love in the hands of God to give the poor a piece of bread, to offer them a dress with which to ward off the cold. It has happened because we did not recognize Christ when, once more, He appeared under the guise of pain, identified with a man numb from the cold, dying of hunger, when He came in a lonely human being, in a lost child in search of a home. (Mother Teresa, In My Own Words, Kanisius, 2005, page 25)

AJARLAH AKU UNTUK MENGASIHI

Written By Unknown on Selasa, 24 Februari 2015 | 17.46


Ada suatu waktu dalam hidupku ketika dalam doaku sehari-hari, aku minta segala sesuatu yang kuanggap paling  wajar dan penting bagi hidupku: sukses, kekayaan, tentu saja, dan kenyamanan serta kebahagiaan; sekelompok sahabat; suatu rumah yang sejati; hidup bersenang-senang dalam kebahagiaan dan sukacita. Ambisi memerintah dalam jalan hidupku, saya ingin melakukan hal hal besar agar seluruh duniaku yang kecil dapat melihat, dan berbisik “luar biasa”.

Ya, Allah yang sabar, betapa butanya kami – sampai cambuk gembalaMu dengan pemurnian yang lembut membimbing kami kepada hal hal yang lebih baik.
Sekarang aku hanya mempunyai suatu permintaan, Tuhan: Ajarlah aku untuk mengasihi! Sungguh inilah kebutuhan saya yang terbesar dan satu-satunya.

Ajarlah saya untuk mengasihi bukan mereka yang lebih dahulu mengasihi saya, namun seluruh dunia dengan kemurniannya yang langka akan keluasan, pikiran yang menjangkau siapa saja tanpa jejak noda duniawi, namun merangkul dalam pelukannya kemanusiaan, dan sepertinya melihat hanya kebaikan dalam segala sesuatu, yang terpancar dariMu Tuhan.
Ajarlah saya , Bapa, untuk mengasihi terutama mereka yang paling membutuhkan kasih. Orang orang yang miskin, sakit, dan malang;  yang wajah lelahnya menunjukkan hidup mereka penuh dengan kesedihan. Yang bekerja membanting tulang sepanjang jalan hidupnya, dengan langkah tertatih dan hati berat lebih daripada yang dapat diketahui orang.
Orang yang dilewati orang lain dengan diam-diam, tanpa mengindahkan permohonan dan teriakan minta tolong di antara keributan orang banyak;
Orang yang kegelisahannya membuat mereka dingin dan sombong, pahit, menjengkelkan, cemberut dalam kesedihannya.
Aku ingin untuk memberi mereka hiburan dan bantuan; meletakkan tanganku dalam tangan mereka, dan disisi mereka melangkah maju dengan lembut, membimbing dengan setia dan tak kenal takut.
Ya Penyelamat, Engkaulah Kristus, Kebenaran, senantiasa dekat, bantulah saya untuk menemukan mereka yang hilang, dengan cinta yang besar karena mereka sangat membutuhkan. Bantulah saya untuk mencari dan menemukan apa yang mereka anggap hilang; untuk menyampaikan kata-kata riang, sehingga setiap kali kami lewat padang gurun akan dipenuhi nyanyian.

O, Kasih Ilahi, betapa kosong doa-doa dari tahun yang lalu. Doa yang tadinya begitu wajar, gelembung kosong yang dikatakan dunia sebagai sukacita tak ada artinya bagiku sekarang, hanya mainan rusak, telah terlampaui, telah teratasi. Saya bersyukur kepadaMu karena telah mengetahui impian-impian yang patut lebih dirindukan sejak dulu; seperti kupu-kupu yang telah mengalami musim panas mereka untuk masa sukacita yang singkat, dan kini telah pergi.  
Kini aku berdoa untuk hal yang lebih baik. Engkau tahu Tuhan yang di atas, kerinduanku satu-satunya kini : Ajarlah aku untuk mengasihi. (anonim)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wisma hening st catharina - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger