...
Home » » KESUNYIAN HATI

KESUNYIAN HATI

Written By Unknown on Senin, 06 April 2015 | 19.02

Wisma Hening, 4 April 2015


“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkatanMu”. (Luk 1:38)              
Adakah kesunyian yang lebih hebat lagi ketika kita kehilangan orang yang paling kita cintai dalam hidup? Bunda Maria memasuki kesunyian makam bersama Putranya. Ketika menerima Putranya dalam pangkuannya, saat diturunkan dari salib, tak ada kata yang dapat dikatakan lagi. Dalam diam, dalam keheningan dan kesunyian Bunda Maria, mengulang dalam hati “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkatanMu”. (Luk 1:38) 
Apakah kita pernah mengalami hal yang demikian? Apa yang bisa kita lakukan dalam kekosongan dan kesunyian hati? Saat-saat seperti itu, kita mesti ingat Tuhan Yesus yang ada di dalam makam. Tuhan Yesus, yang memberikan harapan kepada kita ada di dalam makam. Dan kuasa kegelapan tidak dapat menahan Tuhan, Tuhan bangkit dari kubur dan menemui para muridNya.

Kesunyian hati diperlukan untuk menerima kebangkitan Tuhan Yesus. Menerima cahaya iman yang akan menuntun langkah hidup kita menuju Sang Juru Selamat. Kita sudah diselamatkan oleh Tuhan, dan tugas kita adalah menjadi muridNya yang setia. (Wisma Hening)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wisma hening st catharina - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger